Home » Asia » Indonesia » 30+ Makanan Khas Bali yang Wajib Kamu Coba!

30+ Makanan Khas Bali yang Wajib Kamu Coba!

Makanan khas Bali adalah perpaduan harmoni antara rasa, budaya, dan tradisi.

Sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia, Bali menawarkan aneka hidangan yang sarat dengan bumbu rempah dan aroma yang khas. 

Setiap hidangan memiliki cerita unik dan makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Bali, mulai dari babi guling yang disajikan saat upacara hingga nasi campur Bali yang menjadi favorit sehari-hari. 

Yuk, baca sampai selesai!

Makanan Khas Bali

Makanan khas Bali adalah warisan kuliner yang kaya akan rasa dan aroma, mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi pulau dewata tersebut. 

Dari babi guling yang lezat hingga hidangan ayam betutu yang penuh rempah, Bali menawarkan beragam hidangan yang memanjakan lidah.

Berikut adalah beberapa jenis makanan khas Bali:

Babi Guling

babi guling

Babi guling adalah hidangan khas Bali yang sangat populer, terutama pada acara-acara khusus dan upacara keagamaan. 

Untuk membuatnya, seekor babi utuh biasanya diisi dengan berbagai rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, kunyit, daun jeruk, dan serai. 

Daging babi ini kemudian dipanggang secara perlahan di atas bara api atau oven besar hingga kulitnya menjadi renyah dan berwarna kecoklatan. 

Proses pemanggangan ini biasanya memakan waktu berjam-jam untuk mencapai hasil yang sempurna, di mana kulitnya renyah namun dagingnya tetap lembut. 

Babi guling biasanya disajikan dengan nasi, sambal, dan berbagai lauk lainnya seperti lawar dan sate lilit.

Ayam Betutu

Ayam betutu adalah hidangan ayam yang dimasak dengan bumbu rempah khas Bali, yang memberikan rasa dan aroma yang kaya. 

Proses memasaknya bisa dikukus atau dipanggang. 

Ayam utuh diisi dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kunyit, serai, daun jeruk, dan cabai. Setelah diisi, ayam dibungkus dengan daun pisang atau aluminium foil dan dimasak dalam waktu yang lama untuk mencapai kelembutan maksimal. 

Hasilnya adalah ayam yang lembut dengan rasa rempah yang mendalam. 

Ayam betutu biasanya disajikan dengan nasi dan sambal.

Lawar

Lawar adalah hidangan campuran yang terbuat dari daging cincang, kelapa parut, dan sayuran seperti kacang panjang dan kacang merah. 

Daging yang digunakan biasanya babi atau ayam, dan campuran ini dibumbui dengan berbagai rempah khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan daun jeruk. 

Lawar sering kali disajikan sebagai pelengkap dalam hidangan nasi campur Bali atau sebagai lauk dalam acara-acara khusus.

Sate Lilit

Sate lilit adalah jenis sate khas Bali yang terbuat dari daging cincang yang dililitkan pada batang serai atau tusuk sate. 

Daging cincang ini biasanya dicampur dengan rempah-rempah seperti serai, daun jeruk, dan cabai, lalu dipanggang di atas bara api atau panggangan. 

Sate lilit memiliki cita rasa yang unik karena batang serai memberikan aroma yang khas saat dipanggang. 

Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi atau nasi campur Bali.

Tum

Tum adalah hidangan yang dibuat dari daging atau ikan yang dibumbui dengan rempah khas Bali, lalu dibungkus dalam daun pisang dan dikukus. 

Rempah-rempah yang digunakan termasuk bawang putih, bawang merah, kunyit, dan daun jeruk. 

Proses pengukusan dalam daun pisang memberikan aroma yang khas dan menjaga kelembutan daging atau ikan. 

Tum sering disajikan sebagai lauk dalam hidangan nasi campur atau sebagai makanan ringan di berbagai acara.

Nasi Campur Bali

Nasi campur Bali adalah hidangan nasi yang disajikan dengan berbagai lauk dan sayuran. 

Biasanya, lauk yang disertakan antara lain ayam betutu, sate lilit, lawar, dan sambal. 

Nasi campur Bali sering kali disajikan dalam porsi yang lebih kecil di berbagai warung dan restoran di Bali, dengan sambal sebagai pelengkap untuk memberikan cita rasa pedas.

Serombotan

Serombotan adalah hidangan sayuran campuran yang disajikan dengan saus kacang pedas. 

Hidangan ini mirip dengan gado-gado tetapi memiliki bumbu yang lebih khas Bali, termasuk serai, daun jeruk, dan cabai. 

Sayuran yang digunakan bisa berupa kacang panjang, tauge, terong, dan sayuran lainnya. 

Serombotan biasanya disajikan sebagai lauk dalam nasi campur Bali atau sebagai hidangan utama untuk vegetarian.

Bebek Betutu

Bebek betutu adalah hidangan bebek yang dimasak dengan rempah khas Bali dan dimasak perlahan. 

Bebek yang digunakan biasanya dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, kunyit, daun jeruk, dan cabai, lalu dibungkus dengan daun pisang atau aluminium foil dan dimasak selama beberapa jam. 

Bebek betutu memiliki rasa yang kuat dan tekstur yang lembut. 

Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara khusus dan biasanya disertai nasi dan sambal.

Jaje Laklak

Jaje laklak adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan. 

Kue ini dimasak dalam wajan khusus hingga memiliki tekstur yang lembut di dalam dan renyah di luar. 

Biasanya, jaje laklak disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair di atasnya, memberikan rasa manis dan gurih. 

Kue ini sering dijadikan camilan di pagi hari atau saat acara-acara tertentu.

Rujak Kuah Pindang

Rujak kuah pindang adalah rujak khas Bali yang menggunakan saus kuah yang dibuat dari ikan pindang. 

Buah-buahan segar seperti mangga, nanas, dan bengkuang dicampur dengan saus kuah yang pedas dan asam, menciptakan cita rasa yang unik. 

Rujak ini berbeda dari rujak pada umumnya karena penggunaan saus berbahan dasar ikan pindang, memberikan cita rasa asin dan umami.

Tipat Cantok

Tipat Cantok adalah hidangan khas Bali yang mirip dengan gado-gado, tetapi menggunakan ketupat (tipat) sebagai bahan utama. 

Ketupat adalah nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa, memberikan bentuk kotak dan tekstur yang kenyal. 

Ketupat ini dipotong kecil-kecil dan disajikan dengan berbagai sayuran seperti tauge, kacang panjang, dan kubis. 

Saus kacang yang digunakan untuk tipat cantok cukup kental dan terbuat dari kacang tanah panggang, bawang putih, cabai, dan gula merah. 

Hidangan ini biasanya ditaburi bawang goreng untuk memberikan rasa yang lebih gurih.

Tum Ayam

Tum Ayam adalah hidangan khas Bali yang menggunakan ayam sebagai bahan utama. 

Ayam ini dibungkus dalam daun pisang bersama dengan bumbu rempah khas Bali. 

Bumbu yang digunakan bisa meliputi bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai. 

Setelah dibungkus, tum ayam dikukus hingga daging ayamnya lembut dan bumbunya meresap. 

Aroma daun pisang memberikan nuansa alami dan menyegarkan. 

Tum Ayam sering disajikan sebagai lauk dalam berbagai hidangan nasi atau sebagai camilan pada acara-acara tertentu.

Nasi Jinggo

nasi jinggo

Nasi Jinggo adalah makanan jalanan yang populer di Bali, biasanya disajikan dalam porsi kecil dan dibungkus dalam daun pisang.

Isiannya dapat bervariasi, namun umumnya terdiri dari nasi putih, ayam suwir atau ayam goreng, telur rebus, dan beberapa sayuran. 

Ada juga sambal untuk memberikan rasa pedas. 

Porsi kecil nasi jinggo membuatnya praktis dan mudah dibawa, sehingga sering dijual di warung-warung atau oleh pedagang keliling. 

Hidangan ini populer sebagai sarapan atau camilan di malam hari.

Laklak

Laklak adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan. 

Adonannya biasanya berwarna hijau, yang berasal dari daun pandan, dan dimasak di atas wajan khusus hingga memiliki bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. 

Setelah matang, laklak disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair. Rasanya manis dan gurih, dan sering disajikan sebagai camilan atau makanan penutup.

Bubur Mengguh

Bubur Mengguh adalah bubur khas Bali yang terbuat dari beras yang dimasak dengan santan. 

Bubur ini memiliki tekstur yang lembut dan biasanya disajikan dengan suwiran ayam, kacang tanah goreng, dan bawang goreng untuk memberikan rasa yang kaya dan tekstur yang bervariasi. 

Bubur mengguh sering disajikan pada acara-acara khusus atau sebagai sarapan pagi.

Sambal Matah

Sambal Matah adalah sambal khas Bali yang terbuat dari irisan bawang merah, cabai, serai, dan daun jeruk. 

Berbeda dengan sambal pada umumnya, sambal matah tidak dimasak, tetapi disajikan mentah dengan minyak kelapa. 

Sambal ini memiliki rasa pedas dan segar dengan aroma serai dan daun jeruk yang kuat. 

Sambal matah sering dijadikan pendamping berbagai hidangan Bali, seperti ikan bakar, ayam betutu, atau nasi campur.

Jaje Bendu

Jaje Bendu adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari tepung ketan dan diisi dengan kacang hijau atau kelapa parut yang manis. 

Kue ini biasanya berbentuk segitiga atau lonjong dan dibungkus dalam daun pisang. 

Setelah dibungkus, kue ini dikukus hingga matang. Rasanya manis dan teksturnya lembut. 

Jaje Bendu sering disajikan sebagai camilan atau makanan penutup pada acara-acara tertentu.

Baca Juga: 8 Ramen di Blok M, Halal dan Non Halal!

Bubur Injin

Bubur Injin adalah bubur yang terbuat dari beras hitam (injir) dan dimasak dengan santan. 

Beras hitam ini menghasilkan tekstur yang kental dan rasa yang manis alami. 

Bubur injin biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair, memberikan kombinasi rasa yang manis dan gurih. 

Hidangan ini sering disajikan sebagai makanan penutup atau camilan di malam hari.

Sate Klatak

Sate Klatak adalah jenis sate yang menggunakan daging kambing sebagai bahan utama. 

Daging kambing ini ditusuk dengan batang bambu yang kuat dan dibumbui dengan berbagai rempah khas Bali, seperti bawang putih, bawang merah, dan jahe. 

Sate Klatak kemudian dipanggang di atas bara api hingga matang sempurna, memberikan rasa gurih dan aroma yang kuat. 

Sate ini biasanya disajikan dengan nasi putih dan sambal sebagai pendamping.

Sate Penyu

Sate Penyu adalah jenis sate yang sekarang dilarang karena alasan konservasi, namun di masa lalu, sate ini dibuat dari daging penyu yang dipanggang dan disajikan dengan sambal. 

Daging penyu dianggap sebagai makanan mewah dan sering disajikan pada acara-acara khusus. 

Namun, penggunaan daging penyu dalam masakan kini dilarang untuk melindungi spesies penyu yang terancam punah.

Rujak Bulung

Rujak Bulung

Rujak bulung adalah hidangan rujak khas Bali yang menggunakan rumput laut sebagai bahan utama. 

Rumput laut biasanya dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan bumbu rujak yang memiliki rasa asam, pedas, dan manis. 

Bumbu rujak ini sering dibuat dengan campuran asam jawa, cabai, gula, dan garam. 

Hidangan ini biasanya disajikan dalam mangkuk kecil dan memiliki tekstur yang kenyal dan renyah, dengan rasa yang menyegarkan dan pedas.

Jaje Sumping

Jaje sumping adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari tepung ketan dan santan. 

Kue ini biasanya berwarna hijau, yang didapat dari daun pandan, dan diisi dengan gula merah. 

Setelah adonan diisi dengan gula merah, jaje sumping dibungkus dalam daun pisang dan dikukus hingga matang. 

Kue ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis dari gula merah, dengan aroma pandan yang khas. 

Jaje sumping sering disajikan sebagai camilan atau hidangan penutup.

Ketipat Serundeng

Ketipat serundeng adalah hidangan yang menggunakan ketupat sebagai bahan utama. 

Ketupat adalah nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa hingga berbentuk kotak. 

Setelah ketupat matang, biasanya dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan disajikan dengan serundeng, yaitu parutan kelapa yang digoreng dengan berbagai rempah seperti kunyit, bawang merah, dan bawang putih. 

Ketipat serundeng juga dapat dilengkapi dengan lauk lainnya seperti daging atau ayam, memberikan kombinasi rasa yang gurih dan beraroma.

Baca Juga: 16 Restoran Korea di Surabaya, Bikin Nagih!

Pisang Rai

Pisang rai adalah hidangan pisang yang dilapisi dengan tepung beras dan santan, lalu dikukus hingga matang. 

Pisang yang digunakan biasanya adalah jenis pisang yang cukup besar dan manis. 

Setelah dikukus, pisang rai disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair, memberikan rasa manis dan gurih. 

Hidangan ini biasanya disajikan sebagai camilan atau makanan penutup.

Jaje Dadar Gulung

Jaje dadar gulung adalah kue dadar berwarna hijau yang diisi dengan kelapa parut yang dicampur dengan gula merah. 

Warna hijau pada dadar ini biasanya berasal dari daun pandan, yang juga memberikan aroma yang harum. 

Kue ini dibuat dengan menuangkan adonan ke dalam wajan datar dan kemudian diisi dengan campuran kelapa parut dan gula merah sebelum digulung. 

Jaje dadar gulung memiliki tekstur lembut dan rasa manis, sering disajikan sebagai camilan atau makanan penutup.

Bantal

Bantal adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari ketan dan diisi dengan kelapa parut, gula merah, dan kadang-kadang kacang. 

Adonan ketan ini dibungkus dalam daun pisang dan dikukus hingga matang. 

Kue ini memiliki tekstur yang kenyal dan rasa manis yang berasal dari gula merah. 

Bentuknya sering kali berbentuk persegi panjang atau bundar, dan biasanya disajikan sebagai camilan atau makanan penutup.

Bantal Urap-Urap

Bantal urap-urap adalah hidangan nasi dengan berbagai sayuran dan serundeng kelapa yang dibumbui dengan rempah-rempah. 

Serundeng adalah parutan kelapa yang digoreng dengan rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, dan kunyit. 

Bantal urap-urap mirip dengan nasi campur, tetapi lebih fokus pada sayuran dan kelapa. 

Sayuran yang digunakan bisa berupa kacang panjang, tauge, dan bayam. 

Hidangan ini memiliki rasa gurih dan aroma yang khas dari kelapa dan rempah-rempah.

Lemper Ayam

Lemper ayam adalah kue ketan yang diisi dengan ayam cincang yang dibumbui dan kemudian dibungkus dalam daun pisang. 

Ketan direbus hingga matang, kemudian diisi dengan ayam yang sudah dimasak dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, dan serai. 

Setelah dibungkus dalam daun pisang, lemper ayam dikukus hingga matang. 

Kue ini memiliki tekstur kenyal dan rasa gurih dari isian ayam, sering disajikan sebagai camilan atau hidangan penutup.

Nasi Tepeng

Nasi tepeng adalah hidangan nasi dengan berbagai sayuran dan rempah-rempah. 

Sayuran yang digunakan bisa berupa kacang panjang, tauge, bayam, dan terong. 

Nasi tepeng biasanya disajikan dengan telur dan ayam, memberikan keseimbangan protein dan sayuran. 

Hidangan ini memiliki tekstur yang agak lembek karena rempah dan santan yang digunakan dalam memasak nasi. 

Nasi tepeng biasanya disajikan untuk sarapan pagi dan memiliki rasa gurih dengan sedikit aroma rempah.

Klepon

Klepon adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dengan isian gula merah cair. 

Adonan ketan biasanya dibentuk menjadi bola kecil dengan isian gula merah di tengahnya. 

Setelah dibentuk, klepon direbus hingga matang, kemudian dilapisi dengan kelapa parut. 

Ketika digigit, gula merah cair akan keluar dari dalam bola ketan, memberikan rasa manis yang kuat. Klepon sering disajikan sebagai camilan atau hidangan penutup.

Bubur Sumsum

Bubur sumsum adalah bubur yang terbuat dari tepung beras dan santan. 

Teksturnya sangat lembut dan creamy, sering kali disajikan dengan saus gula merah yang manis. 

Bubur sumsum adalah hidangan yang populer sebagai sarapan atau makanan penutup, dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat di Bali.

Baca Juga: 9 Restoran Keluarga di Bekasi, Cozy dan Enak!

Srombotan

Srombotan adalah hidangan sayuran campuran yang disajikan dengan saus kacang dan bumbu lainnya, mirip dengan gado-gado. 

Sayuran yang digunakan bisa berupa bayam, kacang panjang, tauge, dan kubis. 

Saus kacang yang digunakan memiliki tekstur kental dan rasa gurih, dengan tambahan bumbu seperti cabai dan bawang putih. 

Srombotan sering disajikan sebagai lauk atau hidangan utama, dengan nasi putih sebagai pelengkap.

Babi Kecap

Babi kecap adalah hidangan daging babi yang dimasak dengan kecap dan bumbu rempah, menghasilkan rasa yang manis dan gurih. 

Daging babi biasanya dipotong-potong dan dimasak dengan kecap manis, bawang merah, bawang putih, dan jahe. Setelah dimasak, hidangan ini memiliki rasa manis dan aroma yang harum. 

Babi kecap sering disajikan dengan nasi putih dan sayuran sebagai lauk.

Kesimpulan

Makanan khas Bali mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah mendarah daging di masyarakatnya. 

Setiap hidangan tidak hanya menyajikan rasa yang menggugah selera, tetapi juga mewakili sejarah, nilai-nilai, dan cara hidup masyarakat Bali. 

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi kelezatan Bali ketika kamu berkunjung ke pulau ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *